BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Suatu perusahaan dikatakan
berhasil mengembangkan produk jika perusahaan mampu mengidentifikasi kebutuhan
konsumen secara tepat dan menciptakan produk secara cepat dengan biaya yang
murah (Azhar, 2010:1). Setiap perusahaan menyadari bahwa perusahaan tidak dapat
memenuhi keinginan semua pembeli di pasar atau setidaknya tidak bagi semua
pembeli dengan cara yang sama. Dengan jumlah pembeli yang terlalu banyak,
terlalu luas, dan memiliki kebutuhan dan praktek pembelian yang terlalu
beragam, perusahaan harus mengidentifikasi bagian pasar yang dapat dilayaninya
dengan baik dan paling menguntungkan. Perusahaan juga harus merancang strategi
pemasaran yang nantinya akan digerakkan pelanggan dan membangun hubungan yang
benar dengan pelanggan yang tepat. Untuk memenangkan persaingan tidak hanya
sebatas menyusun bauran pemasaran sebagai taktik namun lebih dari itu juga
menyusun strategi yaitu segmenting, targeting market, dan positioning
yang diinginkan oleh perusahaan.
Kotler dkk. (2003)
dalam Hidayani & Syafrizal (2008:299), menyatakan segmentasi memiliki peran
penting karena beberapa alasan yaitu pertama, segmentasi memungkinkan
perusahaan untuk lebih fokus dalam mengalokasikan sumber daya. Dengan membagi
pasar menjadi segmen-segmen akan memberikan gambaran bagi perusahaan untuk menetapkan
segmen mana yang akan dilayani. Selain itu segmentasi memungkinkan perusahaan
mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai peta kompetisi serta menentukan
posisi pasar perusahaan. Kedua, segmentasi merupakan dasar untuk menentukan
komponen-komponen strategi. Segmentasi yang disertai dengan pemilihan target
pasar akan memberikan acuan dalam penentuan positioning. Ketiga,
segmentasi merupakan faktor kunci untuk mengalahkan pesaing, dengan memandang
pasar dari sudut yang unik dan cara berbeda dari yang dilakukan pesaing.
Segmentasi merupakan
proses pengelompokkan konsumen kedalam segmen-segmen berdasarkan beberapa
variabel atau preferensi. Selesai melakukan segmentasi pasar, selanjutnya
adalah menetapkan pasar sasaran yang diinginkan. Targeting pasar
merupakan menyeleksi pasar sasaran sesuai dengan kriteria-kriteria tertentu dan
menjangkau pasar sasaran untuk mengkomunikasikan nilai. Positioning merupakan
usaha para pemasar untuk menanamkan image perusahaan atau produk ke
dalam benak konsumen. Positioning dibutuhkan karena positioning menghasilkan
posisi produk yaitu citra produk yang jelas, berbeda dan unggul secara relatif
dibanding pesaing didalam benak konsumen (Kartajaya, 2004:106).
B.
Rumusan
Masalah
Adapun
rumusan masalah dari makalah ini yaitu:
1. Apa Itu
Segmentasi Pasar (Market Segmentation)?
2. Apa Itu
Target
Pasar ( Market Targeting)?
3. Apa Itu
Posisi (Positioning)
C.
TUJUAN
Adapun
tujuan dari makalah ini adalah untuk mengetahui apa itu Segmentasi
Pasar (Market Segmentation), Target
Pasar ( Market Targeting), Posisi (Positioning) dan
bagaimana segmentasi pasar pada unit yang berbeda Berbeda (PT. Adira Dinamika Multifinance Tbk Cabang Manado 2).
BAB II
PEMBAHASAN
A. Segmentasi Pasar (Market Segmentation)
Segmentasi
pasar adalah suatu proses menempatkan konsumen ke dalam sub-kelompok yang memiliki respons yang sama
terhadap suatu program pemasaran (Cravens,1997). Menurut Rambat Lupiyoadi (2001),
segmentasi pasar adalah membagi pasar menjadi kelompok pembeli yang dibedakan
menurut kebutuhan, karakteristik, atau tingkah laku, yang mungkin membutuhkan
produk yang berbeda. Menurut Swastha
(1997), segmentasi pasar adalah kegiatan membagi-bagi pasar yang bersifat
heterogen dari suatu produk ke dalam satuan-satuan pasar yang bersifat homogen.
Berdasarkan definisi diatas, segmentasi pasar dapat diartikan sebagai proses
membagi pasar yang beterogen ke dalam
kelompok-kelompok yang lebih homogen,
yang memiliki kesamaan kebutuhan atau karakteristik dan respons terhadap
program pemasaran. (Munandar, 2002)
Menurut
Kotler, segmen pasar terdiri dari kelompok
pelanggan yang memiliki seperangkat keinginan
yang sama (2005, p.307). Tidak ada cara tunggal
untuk mensegmentasi pasar. Pemasar harus mencoba
sejumlah variabel segmentasi
yang berbeda-beda, sendiri-sendiri atau
bersama-sama, dengan harapan
dapat menemukan cara terbaik untuk melihat struktur
pasar. Lebih lanjut, Kotler, Bowen dan Makens
(2002, pp. 255-261) menyatakan bahwa segmentasi
dapat dilakukan berdasarkan variable-variabel di
bawah ini:
1. Segmentasi geografis (geographic
segmentation) Segmentasi
geografis adalah segmentasi yang membagi
pasar menjadi unit geografis yang berbeda-beda
seperti negara,
daerah otonomi, kota, iklim,
atau kawasan pemukiman.
2. Segmentasi demografis (demographic
segmentation) Segmentasi demografis adalah segmentasi yang membagi pasar menjadi berbagai
kelompok berdasarkan variabel
seperti usia, jenis kelamin, siklus
hidup keluarga, pendapatan, pekerjaan, pendidikan,
agama, ras dan kebangsaan. Faktor-faktor demografis paling sering dipakai
sebagai dasar untuk
mensegmentasi kelompok konsumen. Salah
satu alasannya adalah kebutuhan, keinginan dan
tingkat penggunaan konsumen berhubungan erat
dengan variabel
demografis. Alasan yang lainnya
adalah bahwa variabel demografis
lebih mudah diukur
jika dibandingkan dengan jenis variabel lainnya.
3. Segmentasi perilaku (behavioral
segmentation) Segmentasi
ini mengelompokkan pembeli berdasarkan pengetahuan,
sikap, tingkat penggunaan atas
sebuah produk atau
jasa, serta manfaat yang dicari oleh konsumen dalam
membeli sebuah produk
atau jasa.
4. Segmentasi psikografis (psychographic
segmentation) Segmentasi
ini membagi konsumen menjadi kelompok
yang berbeda-beda berdasarkan karakteristik gaya hidup dan kepribadian konsumen. (Wijaya, 2006)
Rhenald
Kasali dalam (Oentoro, 2012:36) mengatakan bahwa segmentasi merupakan proses
mengkotak-kotakkan pasar yang heterogen ke dalam kelompok-kelompok yang
memiliki kesamaan kebutuhan atau kesamaan karakter yang memiliki respon yang
sama dalam membelanjakan uangnya. Dalam menetapkan dasar segmentasi Kotler
(2003) dalam Hidayani & Syafrizal (2008:299) menyatakan bahwa ada dua cara
yang dapat dilakukan, yaitu yang pertama consumen charateristic
(karakteristik
konsumen) yang merupakan variabel utama
dalam segmentasi yang terdiri dari:
1. Segmentasi Geografi, yaitu pengelompokan
dilakukan berdasarkan faktor geografinya,
seperti berdasarkan daerah asal atau tempat konsumen.
2. Demografi Segmentasi, yaitu
pengelompokan dilakukan berdasarkan variabel usia, jenis kelamin dan
pekerjaan konsumen.
3. Psychographic Segmentation, yaitu pengelompokan didasarkan
pada karakteristik setiap konsumen, seperti motivasi, kepribadian, persepsi,
interest, minat dan sikap.
Kedua
yaitu, consumer responses (respon konsumen) yang terdiri dari Benefit
segmentation (segmentasi manfaat) yaitu pengelompokan yang di dasarkan
kepada manfaat yang diharapkan konsumen dari suatu produk atau jasa, use
occasion (saat pemakaian) dan brand atau merek. Dengan ini konsumen
akan dikelompokkan berdasarkan respon mereka terhadap produk atau jasa, seperti
ada konsumen yang mementingkan kualitas dan ada konsumen yang mementingkan harga
yang murah. (Kembuan, Mananeke, & Soegoto, 2014)
B.
Target
Pasar (Market Targeting)
Target (targeting)
adalah memilih satu atau lebih segmen pasar yang akan dimasuki atau bagaimana
cara perusahaan mengoptimalkan suatu pasar dan dalam penentuan target pasar
perusahaan harus menggunakan konsep prioritas, variabilitas dan fleksibilitas
(Kotler, 1997). Prioritas dipakai karena perusahaan tidak pernah bisa melayani
semua orang yang ada di pasar. Sedangkan konsep variabilitas digunakan ketika
menghadapi situasi persaingan yang sudah meningkat, karena perusahaan tidak
bisa memberikan pelayanan yang sama kepada semua orang yang akan
diprioritaskan. Semakin sama maka semakin tidak optimal, dan perusahaan dapat
optimal ketika melayani orang jika memberikan lebih banyak variasi. Konsep
fleksibilitas berhubungan dengan variasi tadi karena semakin fleksibel suatu
perusahaan bisa memberikan variasi tanpa perlu mengeluarkan biaya tambahan. (Yuliana, 2013)
Menurut
Tjiptono (2008:75) dalam melakukan evaluasi terhadap segmen pasar yang nantinya
dipilih sebagai target pasar, perusahaan perlu memperhatikan tiga
faktor yaitu :
1. Ukuran dan pertumbuhan pasar,
perusahaan harus menentukan apakah suatu segmen potensial, memiliki
karakteristik ukuran, dan pertumbuhan yang tepat.
2. Daya tarik struktur segmen, dalam
hal ini perusahaan menilai dampak profitabilitas jangka panjang, yang
mempengaruhi industri secara keseluruhan maupun setiap segmen yang ada
didalamnya.
3. Tujuan dan sumber daya
perusahaan, perusahaan mampu menimbang kesesuaian segmen yang akan disasar,
perusahaan mempunyai sumber daya yang memadai untuk melayani segmen tersebut. (Kembuan
et al., 2014)
C.
Posisi
(Positioning)
Ada
beberapa pengertian posisi. Di bawah ini pengertian positioning diberikan
oleh beberapa ahli sebagai berikut :
1. Menurut Tjiptono (2002:110) ada
tujuh pendekatan yang dapat digunakan untuk melakukan positioning yaitu:
·
Positioning
berdasarkan
atribut, ciri-ciri atau manfaat bagi pelanggan (attribute positioning),
yaitu dengan jalan mengasosiasikan suatu produk dengan manfaat bagi pelanggan.
·
Positioning
berdasarkan
harga dan kualitas (price and quality positioning), yaitu positioning
yang berusaha menciptakan kesan / citra berkualitas tinggi lewat harga tinggi
atau sebaliknya menekankan harga murah sebagai indikator nilai.
·
Positioning
yang dilandasi
dengan aspek penggunaan atau aplikasi (use application positioning),
yaitu seperangkat nilai – nilai penggunaan yang digunakan sebagai unsur yang
ditonjolkan dibandingkan pesaingnya.
·
Positioning
berdasarkan
pemakai produk (user positioning) yaitu mengaitkan produk dengan
kepribadian atau tipe pemakai.
·
Positioning
berdasarkan
kelas produk tertentu (product class positioning), misalnya permen
kopiko yang diposisikan sebagai kopi dalam bentuk permen, bukan permen rasa
kopi.
·
Positioning
berkenaan dengan
pesaing (competitor positioning) yaitu dikaitkan dengan posisi
persaingan terhadap pesaing utama.
·
Positioning
berdasarkan manfaat
(benefit positioning) yaitu menghubungkan merk dengan salah satu
karakteristik atau fitur produk yang diharapkan bisa dirasakan sebagai
keunggulan yang diinginkan oleh konsumen.
2. Menurut Kotler
& Keller (2009:53) Positioning merupakan suatu kegiatan
merancang penawaran dan citra perusahaan untuk menduduki tempat khusus di benak
target pasar yang ditujuh. (Kembuan et al., 2014)
3. Menurut Assauri (1999) Positioning
adalah cara untuk meningkatkan dan menempatkan produk yang kita buat dengan
pesaing kita dalam pikiran konsumen, dengan kata lain positioning dipakai untuk mengisi serta
memenuhi keinginan konsumen dalam kategori tertentu lain positioning dipakai untuk
mengisi serta memenuhi keinginan konsumen dalam kategori tertentu.
4. Menurut Kotler (1997) Suatu
tindakan untuk mendesain penawaran perusahaan serta image sehingga menciptakan
tempat dan nilai tersendiri dalam pikiran konsumen.
5. Menurut Basu Swastha (1992) Positioning
adalah suatu cara yang dilakukan terhadap pikiran atas prospek,
6. Menurut Husein Umar (2003)
Positioning merupakan “kesan”, dan kesan itu diarahkan pada sejumlah obyek yang
membentuk persaingan satu sama lain.
Sehingga
Positioning dapat disimpulkan sebagai suatu usaha yang dilakukan oleh
perusahaan ketika mendesain produk-produk mereka sehingga dapat menciptakan
kesan dan image tersendiri dalam pikiran konsumennya sesuai dengan yang
diharapkan.. Langkah
dalam mengembangkan strategi positioning yaitu:
1. Mengidentifikasi Keunggulan
Kompetitif. Jika perusahaan dapat menentukan posisinya sendiri sebagai yang
memberikan nilai superior kepada sasaran terpilih, maka ia memperoleh
keunggulan komparatif.
2. Dalam menawarkan produk dengan
suatu competitive advantage,
perusahaan harus meyediakan suatu alasan
mengapa pelanggan akan merasa bahwa produk dari perusahaan yang bersangkutan
lebih baik daripada para pesaingnya.
3. Perusahaan harus mengevaluasi
respon dari target market sehingga dapat memodifikasi strategi bila dibutuhkan.
(Yuliana,
2013)
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Segmentasi pasar
(Market Segmentation) dapat
diartikan sebagai proses membagi pasar yang beterogen ke dalam kelompok-kelompok yang
lebih homogen,
yang memiliki kesamaan kebutuhan atau karakteristik dan respons terhadap
program pemasaran. Selain itu segmentasi terbagi dalam
variabel-variabel yaitu segmentasi geografi, segmentasi demografi, segmentasi
perilaku dan segmentasi psikografis.
Target (Targeting) adalah memilih satu atau lebih
segmen pasar yang akan dimasuki atau bagaimana cara perusahaan mengoptimalkan
suatu pasar dan dalam penentuan target pasar perusahaan harus menggunakan
konsep prioritas, variabilitas dan fleksibilitas (Kotler, 1997).
Posisi
(Positioning)
suatu usaha yang
dilakukan oleh perusahaan ketika mendesain produk-produk mereka sehingga dapat
menciptakan kesan dan image tersendiri dalam pikiran konsumennya sesuai dengan
yang diharapkan.
DAFTAR PUSTAKA
Kembuan, P. C., Mananeke, L., & Soegoto, A. S. (2014).
ANALISIS SEGMENTASI , TARGETING DAN POSITIONING PEMBIAYAAN MOBIL PADA PT .
ADIRA DINAMIKA MULTIFINANCE TBK CABANG MANADO, 2(3), 853–863. Retrieved
from
http://download.portalgaruda.org/article.php?article=262664&val=1025&title=ANALISIS
SEGMENTASI, TARGETING DAN POSITIONING PEMBIAYAAN MOBIL PADA PT. ADIRA DINAMIKA MULTIFINANCE TBK CABANG
MANADO
Munandar, D. (2002). ANALISIS PENENTUAN SEGMEN, TARGET, DAN
POSISI PASAR HOME CARE DI RUMAH SAKIT AL-ISLAM BANDUNG, 6(2), 233–244.
Retrieved from
http://jurnal.unikom.ac.id/_s/data/jurnal/v06-n02/vol-6-artikel-12.pdf/pdf/vol-6-artikel-12.pdf
Wijaya, S. (2006). ANALISA SEGMENTASI, PENENTUAN TARGET DAN
POSISI PASAR PADA RESTORAN STEAK DAN GRILL DI SURABAYA, 2(2), 76–85.
Retrieved from http://www.petra.ac.id/~puslit/journals/dir.php?DepartmentID=HOT
Yuliana, R. (2013). ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PADA PRODUK
SEPEDA MOTOR MATIK BERUPA SEGMENTASI, TARGETING, DAN POSITIONING SERTA
PENGARUHNYA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN DI SEMARANG, 5(2),
79–92. Retrieved from www.jurnal.stiesemarang.ac.id/index.php